Hati itu sebening kaca..
__Kehidupan itu penuh makna..
Lantunkan doa sebelum membaca..
__Karena tulisan Saya, cetar membahana.. :D
Cobalah sebutkan
angka terbesar yang kita ketahui, dan kalikanlah dengan angka Nol, kita akan
mendapatkan hasil selalu Nol.Cobalah sebutkan angka terkecil yang kita ketahui,
dan bagilah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil tidak terhingga.
Sedang angka 1, berapapun angka yang kita sebutkan, dibagi ataupun dikali
hasilnya selalu sama dengan bilangan itu sendiri.
Angka Nol adalah
representasi dari KEIKHLASAN. KEIKHLASAN selalu membawa / membuahkan
KEBERKAHAN. Angka Satu adalah representasi kebalikan dari KEIKHLASAN. Dan
KETIDAKIKHLASAN tidak pernah membawa keberkahan. Manusia dengan kehidupannya,
pada awalnya dan masa kanak-kanaknya berada pada posisi angka Nol. Semakin
dewasa, dengan segala pengalaman hidupnya dia akan bergerak naik turun ke arah
1 atau ke arah 0. Orang yang mengikuti hawa nafsunya, akan semakin mendekati ke
angka 1. Pada saat mencapai angka 1, dia akan menuhankan dirinya. Dia akan
merasa bahwa dunia sudah digenggamnya dan itu atas usaha dan jerih payahnya.
Tampak sekali kesombongan selalu muncul dari tingkah lakunya.
Orang yang mampu
mengendalikan hawa nafsunya, dia akan bergerak ke arah Nol, menuju ke fitrahnya
kembali. Orang seperti ini selalu rendah hati (bukan rendah diri), selalu
tawadlu, berserah diri dan bertawakal, baik pada saat diberi kelebihan maupun
kekurangan.
Dari sisi rizki,
orang yang berada pada angka 1, apabila misalnya mendapatkan rizki Rp.
1.000.000,-, maka itulah uang yang diperolehnya, tidak lebih dan tidak kurang.
Nilai keberkahannya adalah 1 juta rupiah dibagi 1 sama dengan 1 juta rupiah.
Orang yang berada
pada angka 0, apabila misalnya mendapatkan rizki Rp. 1.000.000,-, maka nilai
keberkahannya adalah tak terhingga. Berapapun rizki yang diperoleh, dia
mendapatkan rizki yang berkah tidak terhingga. Orang dengan angka Nol ini
derajat keikhlasannya sudah tertinggi, sehingga berapapun yang diperoleh,
selalu dapat mencukupi dirinya, bahkan mampu menolong orang lain. Semakin
ikhlas seseorang, semakin mendekat ke arah 0. Misalnya 0.2, maka nilai
keberkahannya adalah 1 Juta dibagi 0.2= Rp 5.000.000,-
Sebaliknya, pada
saat orang mendapatkan halangan dan cobaan. Orang-orang yang ikhlas, yang
memiliki angka 0, berapapun bilangan halangan dan cobaannya, dikalikan dengan 0
akan sama dengan 0. Dia tidak pernah merasakan beban apapun terhadap halangan
dan cobaan yang menimpanya. Sedangkan pada orang yang berbilangan 1, dia akan
merasakan sakit, stress dan bahkan sakit jiwa atau berputus asa, karena
diaselalu merasakan gejolak jiwa sesuai dengan besar dan kecilnya cobaan.
Itulah keikhlasan
yang terkait dengan keberkahan. Keikhlasan adalah dari hati, dan hanya hati
kita sendiri dan Allah saja yangmengetahui. Maka, seorang penjual es keliling
yang menyumbangkan Rp 2.000,- ke kotak Masjid secara ikhlas, sangat jauh
nilainya di depan Allah dibanding dengan seorang Jutawan yangmenyumbangkan uang
Rp 1 Juta ke kotak Masjid karena niat yang lain. Untuk itu, setiap manusia
perlu mengupayakan kembali atau mengarah ke titik Nol. Maka akan diperoleh ketenangan
dan kecukupan yang telah dijanjikan Allah. (Sumber: Menakjubkan! Rahasia
Tersembunyi Angka 0 dan 1 - Yafi Blog
http://yafi20.blogspot.com/2012/03/menakjubkan-rahasia-tersembunyi-angka-0.html#ixzz2QxnGzYVy).
Terakhir dari saya
Taukah kalian???
Persahabatan itu bisa diibaratkan sebagai angka 0 & 1
Ketika angka 0 dianggap tdk penting, maka bilangan yg tersusun adlh 01 yg
bernilai = 1
Tapi jika angka 0 itu di anggap sbg angka penting, angka 10 lah yg akan muncul,
nilai yg jauh lebih besar dari 1
Kira2 seperti itulah persahabatan, seperti angka 0 & 1 . .
Mereka bisa saling melengkapi & terkadang tdk berarti..
Kita adlh angka “0”, sekaligus angka “1”
Jadi.. seberapa penting kah sahabat kita?
_PANTUN_
Kota Jakarta morat-marit
__Disana-sini banyak parit
Jgn berpikir matematika itu sulit
__Krn Persoalan hidup jauh lebih sulit
uhuyyy…!!!
Sekian..
Assalaamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar