Nama : Refvhyta Gaistiyadi.
NIM : 1001045202
Nama : Adeliliani Rahayu.
NIM : 1001045
Mobilitas Perubahan Zat Cair (Air) Terhadap Zat Padat
I. Tujuan
1) Mengamati sifat-sifat air.
2) Mengamati kegunaan air.
3) Mengamati transformasi ketika zat lain dimasukan.
4) Melihat perubahan reaksi air.
5) Mengamati perubahan wujud air.
II. Alat dan Bahan
1. Sifat-sifat Air :
a. Air.
b. Kerikil kecil.
c. Lilin (dpotong kecil – kecil).
d. Tabung Reaksi.
e. Kompor Spirtus.
f. Penjepit Kayu.
g. Anak Timbangan.
- Kegunaan Air :
a. Gula.
b. Kopi.
c. Pasir.
d. Pewarna Makanan.
e. Pewarna Tekstil (wantek).
f. Teh celup.
g. Air.
h. Gelas Kimia.
i. Kompor Spirtus.
j. Sendok.
- Perubahan Wujud Air :
a. Es Batu.
b. Gelas Kimia.
c. Kompor Spirtus.
III. Teori
Air adalah suatu zat yang berwujud cair yang memiliki sifat tertentu. Yang selalu mengalir ketempat yang lebih rendah dan mengikuti bentuk wadahnya. Berikut merupakan sifat-sifat dan beberapa kegunaan yang dimiliki oleh air diantaranya, zat cair dapat melarutkan benda tertentu contohnya gula, teh, kopi, garam sedangkan contoh zat yang tidak bisa larut dalam air adalah tanah, pasir dan minyak. Faktor yang mempengaruhi suatu pelarutan benda adalah suhu air yang tinggi (panas atau dingin). Dengan suhu air yang tinggi akan lebih cepat melarutkan daripada suhu air yang rendah, selain itu kecepatan dalam mengaduk juga dapat membuat benda cepat larut.
Selain sifat tersebut sifat air juga dapat berubah wujud. Jika panas masih diterapkan saat pencairan selesai, suhu akan mulai naik lagi [1]. Titik leleh adalah temperatur dimana suatu zat mencair atau perubahan dari padat ke bentuk cair. Zat murni pada kondisi standar tekanan (biasanya 1 atm) memiliki titik lebur yang pasti. Titik lebur es adalah 0OC atau 32OC. di bawah tekanan atmosfer standar padatan kristalin murni yang berbeda, masing–masing akan meleleh pada suhu tertentu dan berbeda pula sehingga titik leleh merupakan karakteristik dari suatu zat dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi hal tersebut. Ketika panas diberikan secara terus menerus dalam jumlah yang cukup padat maka suhu akan naik terus sampai mencapai titik dimana terjadi pencairan. Pada titik tersebut suhu akan naik dan akan berhenti dan tidak akan terjadi lagi perubahan sampai semua zat tersebut diubah menjadi cair.).
IV. Cara Kerja
a. Sifat-sifat Air :
1) Masukkan kerikil kedalam tabung reaksi, kemudian berilah air secukupnya.
2) Siapkan kompor spirtus, kemudian panaskan tabung reaksi yang telah terisi kerikil dan air hingga mendidih. Tutuplah ujung tabung reaksi dengan anak timbangan.
3) Amatilah apa yang terjadi pada kerikil dan anak timbangan tersebut dan tuangkan hasil pengamatan anda pada lembar kerja yang tersedia.
4) Sediakan lilin yang telah anda gerus menjadi bagian yang kecil dan pipih.
5) Masukkan lilin tersebut kedalam tabung reaksi kemudian panaskan dengan menggunakan kompor spirtus hingga lilin mencair. Kemudian masukkan air sedikit demi sedikit kedalam tabung tersebut.
6) Amatilah apa yang terjadi, dan tuangkan hasilnya pada lembar kerja yang tersedia.
b. Kegunaan Air :
1) Masukkan air kedalam Gelas Kimia, kemudian masaklah dengan menggunakan kompor spirtus hingga air mendidih.
2) Air yang telah mendidih tersebut dibagi untuk melarutkan setiap bahan-bahan yang tersedia seperti gula, kopi, teh, pewarna makanan, dan pewarna tekstil.
3) Masukkan satu sendok kecil gula kedalam air mendidih yang telah tersedia kemudian aduk rata.
4) Masukkan satu sendok kecil kopi kedalam air mendidih yang telah tersedia kemudian aduk rata.
5) Masukkan satu sendok kecil serbuk teh kedalam air mendidih yang telah tersedia kemudian aduk rata.
6) Masukkan satu tetes pewarna makanan kedalam air mendidih yang telah tersedia kemudian aduk rata.
7) Masukkan teh serbuk sebanyak satu sendok kecil kedalam air mendidih yang telah tersedia kemudian aduk rata.
8) Untuk menjadi perbandingan gunakan air biasa tanpa dipanaskan untuk melarutkan bahan-bahan tersebut seperti contoh diatas. Untuk bahan pasir dilakukan pelarutan hanya dengan menggunakan air biasa tanpa dipanaskan.
9) Adakah perbedaan yang terjadi ketika melarutkan bahan-bahan tersebut menggunakan air yang mendidih dengan air biasa tanpa dipanaskan. Amatilah dan tuangkan hasil pengamatanmu pada lembar kerja yang tersedia.
c. Perubahan Wujud Air :
1) Letakkan bongkahan Es Batu yang telah dihancurkan kedalam Gelas Kimia.
2) Panaskan Gelas Kimia yang telah berisi bongkahan Es Batu yang telah dihancurkan dengan menggunakan Kompor Spirtus.
3) Amatilah apa yang terjadi pada bongkahan Es Batu yang telah dihancurkan tersebut dan tuangkan hasil Pengamatanmu pada lembar kerja yang tersedia.
V. Data Hasil Pengamatan
a. Sifat-sifat Air :
No.
|
Bahan yang digunakan
|
Keterangan
|
1.
|
Air dan Kerikil
|
1) Kerikil perlahan bergerak mengikuti golakan air yang mendidih.
2) Ketika golakan air semakin kencang terdengar bunyi suara yang dihasilkan oleh anak timbangan yang menutupi tabung reaksi.
|
2.
|
Air dan Lilin
|
1) Lilin mulai mencair ketika dipanaskan.
2) Perlahan air yang dimasukkan sedikit demi sedikit membuat lilin menjadi membeku dan mengambang diatas permukaan air.
|
b. Kegunaan Air :
No.
|
Bahan
|
Panas
|
Dingin
|
Baik
|
Buruk
|
1.
|
Gula
|
√
|
−
|
√
|
−
|
2.
|
Kopi
|
√
|
−
|
√
|
−
|
3.
|
Teh
|
√
|
−
|
√
|
−
|
4.
|
Pewarna Makanan
|
√
|
−
|
√
|
−
|
5.
|
Pewarna Tekstil (Wantek)
|
√
|
−
|
√
|
−
|
6.
|
Pasir
|
X
|
−
|
X
|
−
|
c. Perubahan Wujud Air :
No.
|
Perubahan Benda Padat menjadi Benda Cair (Es yang Mencair)
|
Keterangan
| |
1.
|
Mula-mula es dipanaskan di atas kompor spirtus.
|
2.
|
Perlahan-lahan es yang berada dalam gelas kimia mulai mencair.
|
3.
|
Setelah ± 7 menit seluruh es telah melebur menjadi air dan suhu telah berubah yang pada mulanya suhu rendah menjadi semakin tinggi dari waktu ke waktu.
|
VI. Kesimpulan
a. Sifat-sifat Air :
ü Ketika air dipanaskan sehingga menjadi mendidih, kerikil yang ikut direndam di dalam tabung reaksi tersebut ikut bergolak mengikuti siklus golakan air yang mendidih. Bergerak serentak beriringan dengan buih buih titik didih air yang bergerak keatas.
ü Anak timbangan yang diletakkan di atas tabung reaksi (terlihat seperti penutup) menjadi bergerak (terangkat) dan menimbulkan bunyi ketika air didalamnya mendidih.
ü Titik didih air mempengaruhi perubahan zat suatu benda.
Dapat ditarik kesimpulan bahwa suhu air dapat menekan dan melontarkan suatu benda bila arus, tekanan dan dorongan yang ada sama kuat.
b. Kegunaan Air :
Faktor yang mempengaruhi larutnya sebuah zat benda adalah suhu air yang tinggi atau titik didih air. Dengan suhu air yang tinggi akan menghasilkan larutan yang lebih baik daripada larutan yang dihasilkan oleh air yang bersuhu rendah. Selain itu, dengan menggunakan air besuhu tinggi membuat proses pelarutan menjadi semakin cepat dibandingkan dengan menggunakan air bersuhu rendah. Misalnya dengan kopi, menjadi lebih baik jika menggunakan air panas karna biji kpi tersebut akan matang ketika disiram air panas
c. Perubahan Wujud Air :
Air dapat merubah wujud seperti dalam percobaan yang telah kami buat yaitu, Benda Padat (Bongkahan Es Batu) menjadi Benda Cair (Air). Hal yang terjadi tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan suhu yang pada mulanya rendah (Bongkahan Es) menjadi lebih tinggi (Air).
VII. Daftar Pustaka
- Yosaphat Sumardi, dkk. 2009. Konsep Dasar IPA di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
- Rumanta Maman, dkk (2009). Praktikum IPA di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.
- http://www.preceptorial.com/
- http://id.shvoong.com/
- Komunitas Nol Mumtaz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar