Minggu, 21 April 2013

Celupan semangat kawanku


Ia yang memang berbeda, terlihat lebih aktif dengan jutaan impian dalam dirinya. Impian yang satu ini dirasa memang impiannya selaku mahasiswi yang terjun di fakultas keguruan. Dengan semangat yang begitu besar, ia mengajak kawan-kawan seperjuangannya untuk bersama merintis dari kecil perjuangan dalam mendidik. Ada yang kritis saat melihat anak bangsa yang bersekolah dan hanya sekedar menuntaskan nilai. Aku dan beberapa kawannya menyambut semangat dan memang baik untuk umat. Hampir sebagian besar pemikirannya ditumpahkan untuk rencana perjuangan awal ini. Dari buku pak Asep Safaat, beliau salah satu pejuang dalam pendidikan di Indonesia. Kawanku memberanikan menghubunginya via sms, tak disangka beliau meresponnya. Beliau mengundang ke tempatnya di daerah Parung, Bogor. Kami melakukan perjalanan dengan motor, sekitar 2 jam perjalanan menuju tempat beliau. Perjalanan luar biasa karena ingin mendatangi orang luar biasa. Baru disadari ternyata tempat yang kami kunjungi adalah lembaga dompet dhuafa. Terlihat kecil tampak depan, tapi sangat luas ketika memasuki bagian dalam. Layaknya memasuki gedung perkantoran yang harus menggunakan name tag. Sembari menunggu pak Asep, kawanku sedang menyiapkan yang harus dibicarakan dengannya, sesekali menikmati hijaunya pohon di sekitar lembaga tersebut. Memasuki ruangan yang sudah disiapkan untuk kami, serupa dengan ruangan meeting di kantoran, yang berukuran sekitar 3x5 meter menjadi saksi awal pertemuan hari itu. Perbincangan dengan beliau lebih menambah semangat kami yang serius menyimak tiap ucapanya. Bapak yang ku kira usianya hampir 40 tahunan, memberi semangat kepada kami dengan perkataanya “teruskan perjuangan kalian, apa namanya?” , “kumnol” jawab salah satu kami. “kumnol nama yang bagus”, terus pak Asep. Yah, namanya juga awal masih harus belajar untuk merintisnya. Pak Asep menawari kami untuk melakukan pelatihan kepada pengajar yang akan berjuang. Aku lebih suka menyebutnya perjuangan dibanding sekedar mengajar. Semakin bertambah lagi semangat kami mendengar beliau punya niatan mengajari kami. Suatu hari nanti (insyaAllah), kami akan memenuhi undangannya. Novitasari nama pejuang itu, gadis biasa yang punya semangat luar biasa. Yaa, kawanku yang satu ini telah menyelupkanku dalam oase semangatnya ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar