Ia yang memang berbeda, terlihat lebih aktif dengan jutaan impian
dalam dirinya. Impian yang satu ini dirasa memang impiannya selaku mahasiswi
yang terjun di fakultas keguruan. Dengan semangat yang begitu besar, ia
mengajak kawan-kawan seperjuangannya untuk bersama merintis dari kecil
perjuangan dalam mendidik. Ada yang kritis saat melihat anak bangsa yang
bersekolah dan hanya sekedar menuntaskan nilai. Aku dan beberapa kawannya
menyambut semangat dan memang baik untuk umat. Hampir sebagian besar
pemikirannya ditumpahkan untuk rencana perjuangan awal ini. Dari buku pak Asep
Safaat, beliau salah satu pejuang dalam pendidikan di Indonesia. Kawanku
memberanikan menghubunginya via sms, tak disangka beliau meresponnya. Beliau
mengundang ke tempatnya di daerah Parung, Bogor. Kami melakukan perjalanan
dengan motor, sekitar 2 jam perjalanan menuju tempat beliau. Perjalanan luar
biasa karena ingin mendatangi orang luar biasa. Baru disadari ternyata tempat
yang kami kunjungi adalah lembaga dompet dhuafa. Terlihat kecil tampak depan,
tapi sangat luas ketika memasuki bagian dalam. Layaknya memasuki gedung
perkantoran yang harus menggunakan name tag. Sembari menunggu pak Asep, kawanku
sedang menyiapkan yang harus dibicarakan dengannya, sesekali menikmati hijaunya
pohon di sekitar lembaga tersebut. Memasuki ruangan yang sudah disiapkan untuk
kami, serupa dengan ruangan meeting di kantoran, yang berukuran sekitar 3x5
meter menjadi saksi awal pertemuan hari itu. Perbincangan dengan beliau lebih
menambah semangat kami yang serius menyimak tiap ucapanya. Bapak yang ku kira
usianya hampir 40 tahunan, memberi semangat kepada kami dengan perkataanya
“teruskan perjuangan kalian, apa namanya?” , “kumnol” jawab salah satu kami.
“kumnol nama yang bagus”, terus pak Asep. Yah, namanya juga awal masih harus
belajar untuk merintisnya. Pak Asep menawari kami untuk melakukan pelatihan
kepada pengajar yang akan berjuang. Aku lebih suka menyebutnya perjuangan
dibanding sekedar mengajar. Semakin bertambah lagi semangat kami mendengar
beliau punya niatan mengajari kami. Suatu hari nanti (insyaAllah), kami akan
memenuhi undangannya. Novitasari nama pejuang itu, gadis biasa yang punya
semangat luar biasa. Yaa, kawanku yang satu ini telah menyelupkanku dalam oase
semangatnya ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar