Kepada Para Pemuda & Secara Khususnya Kepada Para
Mahasiswa
Sesungguhnya, sebuah pemikiran
itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas
dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan
kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat
rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karakter
yang melekat pada diri pemuda, karena sesunggahnya dasar keimanan itu adalah
nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat
adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat.
Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.
Oleh karena itu, sejak dulu
hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan,
pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah
pengibar panji-panjinya.
“Sesungguhnya mereka itu
adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada
mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi : 13)
Beranjak dari sini,
sesungguhnya banyak kewajiban pemuda, besar tanggung jawab pemuda, semakin
berlipat hak-hak umat yang harus pemuda tunaikan, dan semakin berat amanat yang
terpikul di pundak pemuda. Pemuda harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak
dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah pemuda
mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.
Ada di antara pemuda yang
tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang, di mana kekuasaan
pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh warganya.
Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak tertuju
pada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cenderung
main-main dan berhura-hura karena merasa tenang jiwanya dan lega hatinya.
Ada juga pemuda yang tumbuh dalam
suasana bangsa yang keras dan bergolak, di mana bangsa itu sedang dikuasai oleh
lawannya dan dalam semua urusan diperbudak oleh musuhnya. Bangsa ini berjuang
semampunya untuk mengembalikan hak yang dirampas, tanah air yang terjajah, dan
kebebasan, kemuliaan, serta nilai-nilai agung yang hilang. Saat itulah
kewajiban mendasar bagi pemuda yang tumbuh dalam situasi seperti ini adalah
berbuat untuk bangsanya lebih banyak daripada berbuat untuk dirinya sendiri.
Saya berseru kepada "KALIAN" yang merasa sebagai pemuda & yang memiliki jiwa muda, marilah bersama rapatkan ukhuwah demi membangun bangsa yang cinta akan Rabb-nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar