Senin, 08 April 2013

Kepada Para Pemuda & Secara Khususnya Kepada Para Mahasiswa


Kepada Para Pemuda & Secara Khususnya Kepada Para Mahasiswa

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda, karena sesunggahnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.
Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya.
“Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi : 13)
Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban pemuda, besar tanggung jawab pemuda, semakin berlipat hak-hak umat yang harus pemuda tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak pemuda. Pemuda harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah pemuda mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.
Ada di antara pemuda yang tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang, di mana kekuasaan pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh warganya. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak tertuju pada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cenderung main-main dan berhura-hura karena merasa tenang jiwanya dan lega hatinya.
Ada juga pemuda yang tumbuh dalam suasana bangsa yang keras dan bergolak, di mana bangsa itu sedang dikuasai oleh lawannya dan dalam semua urusan diperbudak oleh musuhnya. Bangsa ini berjuang semampunya untuk mengembalikan hak yang dirampas, tanah air yang terjajah, dan kebebasan, kemuliaan, serta nilai-nilai agung yang hilang. Saat itulah kewajiban mendasar bagi pemuda yang tumbuh dalam situasi seperti ini adalah berbuat untuk bangsanya lebih banyak daripada berbuat untuk dirinya sendiri.
_Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin Jilid 1_Hasan Al-Banna_
Wahai kawan, tidak kah kita sadar...?? Bahwa kita termasuk dalam golongan pemuda yang kedua. Warga kita tidak seluruhnya makmur, tanah air kita pun terjajah. Mungkin tidak terjajah secara fisik, tapi terjajah secara pemikiran. Ya, ghazwul fikr. Tetapi kenapa banyak di antara kita malah menjadi pemuda pada golongan pertama...?? Pemuda yang hanya peduli pada dirinya sendiri. Mw sampai kapan kita menutup mata & pura-pura tidak melihat sekeliling kita..??
Saya berseru kepada "KALIAN" yang merasa sebagai pemuda & yang memiliki jiwa muda, marilah bersama rapatkan ukhuwah demi membangun bangsa yang cinta akan Rabb-nya.
"Selagi nafas masih berhembus & jantung masih berdetak, jangan pernah berhenti bergerak" ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar