Rabu, 22 Mei 2013

Sebuah Kisah di Kumnol Part III

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Penulis : Amelia Az-Zahra

Senin, 6 Mei 2013

      Seharusnya saya sudah menulis kisah di hari Senin pada tanggal 6 Mei 2013, tapi pada kenyataanya saya baru sempat menulisnya sekarang. Entah alasan apa yang akan saya katakan. Sejujurnya saya sangat malas untuk mengatakan sebuah alasan karena alasan hanya akan membuktikan saya bersalah. Tapi pada hakikatnya saya bersalah jadi saya pun harus mengakuinya dengan mengatakan prihal apa yang membuat saya menunda menulis kisah ini.


   Alasan pertama mungkin karena saya tidak memiliki waktu, tapi pada saat saya mengatakan saya tidak tidak memiliki waktu, saya yakin semua orang akan berteriak bahwa waktu itu ada hanya kamunya saja yang tidak bisa membaginya atau hanya sekedar meluangkan waktu. Dan saya mungkin lebih memilih alasan karena saya tidak bisa meluangkan sedikit waktu dan tidak akan memilih bahwa saya tidak bisa membagi waktu, karena jika saya berusaha memagi waktu toh waktu akan habis, entah dengan menghasilkan produktivitas atau hanya sekedar habis begitu saja tertiup angin.


    Alasan kenapa saya tidak bisa meluangkan waktu mungkin karena saya lelah. Dan alasan kenapa saya lelah adalah karena kenyataan bahwa status saya sebagai seorang Mahasiswi dan sering melakukan hal lain. Dan bahkan saya pun belum belajar untuk Ujian kemampuan bahasa Jepang level 4 untuk di bulan juli nanti, belum latihan untuk lomba pidato di hari jum`at. Padahal di hari Jum`at biasanya saya melakukan ritual lain di negri selatan. Tapi sayangnya teman sekelasku tidak ingin mengerti tapi mungkin mereka tidak mengerti karena saya tidak menjelaskan betapa pentingnya ritual yang harus saya lakukan di hari jum`at. Tapi walaupun begitu akhirnya saya menyetujui mereka untuk ikut menjadi peserta lomba pidato mewakili angkatan saya, toh anggap saja sebagai permintaan maaf saya karena tidak datang di acara yang super daper penting di prodi saya atau istilah lainnya, acara adat kalau misal prodi adalah sebuah suku.  Dan alasan saya tidak datang ke acara adat istiadat yang selalu akan ada setiap tahun dan sudah menjadi tradisi di sejarah peradaban ini pun dikarenakan suatu hal. Dan karena menurut saya pemberian alasan adalah suatu pengakuan kesalahan maka saya tidak ingin mengatakan alasannya.


  Dan alasan terakhir saya baru sempat menulis sekarang adalah karena jika saya menulis maka saya membutuhkan waktu lama, hasil yang begitu panjang yang membuat saya yakin bahwa pembaca pun akhirnya lebih memilih tidur dan alasan saya berkeras untuk menulis adalah karena saya ingin menjadi novelis. Walaupun saya tahu membaca itu lebih menyenangkan daripada menulis karena pada saat mood buruk dan kita memilih membaca maka mood akan menjadi baik, sedangkan menulis, mood kita harus bagus dulu baru bisa nulis. Karena menulis itu menghasilkan dan hasil yang baik jika kita berfikir jernih. Sedangkan membaca bisa membuat pikiran jernih dan hati merintih senang karena untaian kata di setiap kisah dalam buku.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar