Kebaikan itu benih yang
tertanam sejak kamu memutuskan untuk diciptakan
Rabu, 15 mei 2013
Kumnol, 15.00 wib – 17.30 wib
Kumnol, 15.00 wib – 17.30 wib
Kelas Shiroh :
Nabi Yusuf AS
Sore yang cerah
di awali dengan rintik hujan siang hari yang cukup menghawatirkan hati. Bekasi
menjadi tempat awalku bergerak di hari ini. Saat butiran itu mulai jatuh, hati
ini berkata ”jangan hari ini, pliss.., kenapa selalu hari ini?”. astagfirullah
al-adzim.., gumam ku menyusul. Hujan adalah rahmat yang diturunkan Allah untuk
makhlukNya di muka bumi, kenapa harus di sesali..,
hari ini minggu ke 2 saya mengajar di KUMNOL, kelas ”shiroh”.., minggu kedua yang seharusnya sudah menjadi minggu keempat saya bergabung dengan anak-anak yang proaktif itu, mereka yang selalu membuat hati tersenyum. Mungkin ini alasannya mengapa saya menyesali rintik hujan siang hari ini. Hal yang sama terjadi pada minggu kedua seharusnya saya mengajar, dan minggu ketiga Diapun berkehendak lain. Tapi apapun alasannya, husnudzan atas ketetapanNya wajib tertanam dalam hati.
coba kita tinggalkan 3 minggu yang lalu dan beranjak pada minggu yang sekarang. Biarpun siang hari diwarnai rintik hujan di tempat saya beranjak, namun sore hari wilayah mampang perapatan, bangka raya III terpantau cerah, alhamdulillah....
bismillahirahmannirrahim_
celotehan mengeluhkan kesalahan temannya menjadi sambutan hangat bagi saya ketika menginjakkan kaki di KUMNOL. ”kaaaak..., yusuf gak bisa adzan tuh”, ”kakak..kakak, masa yusuf adzannya begitu”.., ”listriknya di matiin tuh kak gara-gara yusuf yang adzan”...
saya tersenyum mendengar keluhan mereka tentang temannya. Saya hampiri yusuf, selalu dengan senyum manis khasnya k’ima, hhe_
”yusuf belum bisa adzan?”, tanya saya.., dia hanya menundukkan wajah, matanya mulai berkaca-kaca.., teman yang lain mulai berkomentar ”tau tuh kak, yusuf emang gitu, susah bisanya..., Cuma adzan ajah gak bisa”.. yang lain ikut berkomentar ”yusuf emang payah kak..”, mendengar komentar teman-temannya, yusuf semakin menundukkan wajah dan kaca-kaca di matanya hampir penuh tak terbendung..,
kembali saya lemparkan senyum manis spesial untuk yusuf hari ini, dan berkata ”kita bisa belajar adzan nanti yaa, yusuf cerdas, kalau yusuf mau belajar pasti bisa”. Dia hanya diam memandang kakaknya yang manis ini . HhoO..,
raut wajahnya sedikit lebih baik dari sebelumnya.
saya coba bertanya pada yang lain, ”hey-hey, yang ganteng-ganteng disini semuanya sudah bisa adzan, selain yusuf?”, seperti biasa, mereka menunjuk temannya yang lain dan yang ditunjuk hanya senyum tersipu malu. ”kamu belum bisa adzan juga?” (menghampiri yang tersipu malu), ”kamu juga belum bisa adzan?’, ”kamu?”..
mereka yang tersipu malu menggelengkan kepalanya..,
hari ini minggu ke 2 saya mengajar di KUMNOL, kelas ”shiroh”.., minggu kedua yang seharusnya sudah menjadi minggu keempat saya bergabung dengan anak-anak yang proaktif itu, mereka yang selalu membuat hati tersenyum. Mungkin ini alasannya mengapa saya menyesali rintik hujan siang hari ini. Hal yang sama terjadi pada minggu kedua seharusnya saya mengajar, dan minggu ketiga Diapun berkehendak lain. Tapi apapun alasannya, husnudzan atas ketetapanNya wajib tertanam dalam hati.
coba kita tinggalkan 3 minggu yang lalu dan beranjak pada minggu yang sekarang. Biarpun siang hari diwarnai rintik hujan di tempat saya beranjak, namun sore hari wilayah mampang perapatan, bangka raya III terpantau cerah, alhamdulillah....
bismillahirahmannirrahim_
celotehan mengeluhkan kesalahan temannya menjadi sambutan hangat bagi saya ketika menginjakkan kaki di KUMNOL. ”kaaaak..., yusuf gak bisa adzan tuh”, ”kakak..kakak, masa yusuf adzannya begitu”.., ”listriknya di matiin tuh kak gara-gara yusuf yang adzan”...
saya tersenyum mendengar keluhan mereka tentang temannya. Saya hampiri yusuf, selalu dengan senyum manis khasnya k’ima, hhe_
”yusuf belum bisa adzan?”, tanya saya.., dia hanya menundukkan wajah, matanya mulai berkaca-kaca.., teman yang lain mulai berkomentar ”tau tuh kak, yusuf emang gitu, susah bisanya..., Cuma adzan ajah gak bisa”.. yang lain ikut berkomentar ”yusuf emang payah kak..”, mendengar komentar teman-temannya, yusuf semakin menundukkan wajah dan kaca-kaca di matanya hampir penuh tak terbendung..,
kembali saya lemparkan senyum manis spesial untuk yusuf hari ini, dan berkata ”kita bisa belajar adzan nanti yaa, yusuf cerdas, kalau yusuf mau belajar pasti bisa”. Dia hanya diam memandang kakaknya yang manis ini . HhoO..,
raut wajahnya sedikit lebih baik dari sebelumnya.
saya coba bertanya pada yang lain, ”hey-hey, yang ganteng-ganteng disini semuanya sudah bisa adzan, selain yusuf?”, seperti biasa, mereka menunjuk temannya yang lain dan yang ditunjuk hanya senyum tersipu malu. ”kamu belum bisa adzan juga?” (menghampiri yang tersipu malu), ”kamu juga belum bisa adzan?’, ”kamu?”..
mereka yang tersipu malu menggelengkan kepalanya..,
:D cape deh.., semangadnya menyalahkan oranglain, diri sendiri samanya.., (gumam saya dalam hati). Senyum ajah lagi deh, ”nanti kita belajar adzan sama-sama yaa”
saya menyayangkan respon anak-anak terhadap keterbatasan yang dimiliki temannya, seharusnya mereka bisa jadi motivator handal buat yang lain. Tapi ini bisa di terima, dalam artian gak apa-apalaah untuk sekarang, mereka-kan masih anak-anak.
kita punya PR lagi kawan, rekan-rekan kumnol. Strategi yang memberikan pemahaman pada mereka bahwa tanaman yang kokohpun, jika disirami air yang kotor tanpa unsur hara, maka akhirnya ia akan mati. Tugas kita disini untuk menghidupkan bukan..,
:D semangad..
Seperti biasa
kegiatan hari ini diawali dengan sholat asar berjamaah, mengecek bacaan
al-qur’an mereka kemudian memulai ”shiroh”. Tapi sebelum masuk pada shiroh,
kita coba chek kemampuan mengingat mereka.
Diawali dengan salam di iringi tiga kata, ”Kita main yuuuk..”
pertanyaan sama terlontar dari banyak mulut yang berbeda, ”main apa kaak”..
coba bayangkan gimana serunya respon mereka, ramenya melebihi pasar kramat jati. Hhe engga deh_
”nama permainannya ’who are you’..”, sebenernya ini alibi juga untuk mengenal nama mereka satu persatu. Sadar kelemahan nih ceritanya, saya sulit untuk mengingat nama, xixixi.. tapi permainan ini mengasah kemampuan mengingat mereka juga, lumayan pemanasan otak_
gini cara mainnya, kita duduk membuat lingkaran, masing-masing tentuin barang kesukaannya. Kemudian permainan dimulai dari satu anak yang menyebutkan nama panggilnya beserta barang kesukaannya. Kemudian anak kedua akan menyebutkan kembali nama dan barang kesukaan anak yang pertama serta menyebutkan namanya dan barang kesukaannya, begitu selanjutnya dengan anak yang ketiga dan keempat.
”Farah_tempat pensil, Salwa_bantal angribird, Amel_boneka beruang, vina_penghapus, ferdi_basreng, rio_keripik setan, Hamka_lemari , asep_kulkas, alif_, edo_salon, dafa_bulu ketek seger, azel_ , farel_bola, yusuf_pensil, ...._gawang,
pertanyaan sama terlontar dari banyak mulut yang berbeda, ”main apa kaak”..
coba bayangkan gimana serunya respon mereka, ramenya melebihi pasar kramat jati. Hhe engga deh_
”nama permainannya ’who are you’..”, sebenernya ini alibi juga untuk mengenal nama mereka satu persatu. Sadar kelemahan nih ceritanya, saya sulit untuk mengingat nama, xixixi.. tapi permainan ini mengasah kemampuan mengingat mereka juga, lumayan pemanasan otak_
gini cara mainnya, kita duduk membuat lingkaran, masing-masing tentuin barang kesukaannya. Kemudian permainan dimulai dari satu anak yang menyebutkan nama panggilnya beserta barang kesukaannya. Kemudian anak kedua akan menyebutkan kembali nama dan barang kesukaan anak yang pertama serta menyebutkan namanya dan barang kesukaannya, begitu selanjutnya dengan anak yang ketiga dan keempat.
”Farah_tempat pensil, Salwa_bantal angribird, Amel_boneka beruang, vina_penghapus, ferdi_basreng, rio_keripik setan, Hamka_lemari , asep_kulkas, alif_, edo_salon, dafa_bulu ketek seger, azel_ , farel_bola, yusuf_pensil, ...._gawang,
Sampai pada yusuf
pun, dia mampu untuk mengingatnya. Benarkan, tidak ada anak yang bodoh, mereka
hanya malas. Malasnya mereka karna ketidak mampuan kita sebagai pendidik menciptakan
suasana belajar menyenangkan untuk merangsang otaknya bekerja.
PR lagi kawan, rekan kumnol.., kembangin strategi pembelajarannya yuuk..,
PR lagi kawan, rekan kumnol.., kembangin strategi pembelajarannya yuuk..,
Permainan
selesai..,
sekarang kita cerita yuuk. Diawali pertnyaan yang menarik minat mereka untuk menjawab. ”nabi siapa yang paling tampan...?”.
jawaban unik ditemukan..
anak perempuannya menjawab ”nabi Muhammad...”
jawaban anak laki-laki ”Nabi yusuf...”
:D ko beda gitu yaa, zamannya nabi yusuf enggak ada satupun mata wanita yang dapat berpaling dari parasnya yusuf As. Sekarang, yusufnya udah biasa ajh, digantikan dengan sosok Muhammad SAW. Kalau gitu sepertinya setiap jaman punya ICONnya masing-masing yaa. ICONnya jaman sekarang siapa nih...?
Tapi para laki-laki tetap konsisten sepertinya.
sekarang kita cerita yuuk. Diawali pertnyaan yang menarik minat mereka untuk menjawab. ”nabi siapa yang paling tampan...?”.
jawaban unik ditemukan..
anak perempuannya menjawab ”nabi Muhammad...”
jawaban anak laki-laki ”Nabi yusuf...”
:D ko beda gitu yaa, zamannya nabi yusuf enggak ada satupun mata wanita yang dapat berpaling dari parasnya yusuf As. Sekarang, yusufnya udah biasa ajh, digantikan dengan sosok Muhammad SAW. Kalau gitu sepertinya setiap jaman punya ICONnya masing-masing yaa. ICONnya jaman sekarang siapa nih...?
Tapi para laki-laki tetap konsisten sepertinya.
Kisah Yusuf versi
5 bersaudara, hhe
sebenernya 12 bersaudara, tp kaya’a ribet ajah 11 orang jalan-jalan ke hutan kemudian membuang yusuf di sumur tua. Kebanyakan.., gpa2 yaa 5 tanpa mengurangi esensi dari ceritanya_
berawal dari deskripsi profile Yusuf As. Anak laki-laki yang berakhlakul karimah, ”seperti apa akhlakul karimah itu?”, tanya saya pada mereka..
masing-masing menjawab ”baik” dan ”jujur”, “sudahkah hanya baik dan jujur saja?” Tanya ku kembali. “enggak nakal” susul mereka..,
J polosnya anak-anak….
:D iya cerdas, sahut saya_
anak yang berakhlakul karimah ia yang taat pada Allah dan Rasulnya, ia yang bersabar dalam kesulitan, patuh terhadap perintah orang tua, bertanggungjawab, tulus dalam pemberian, yakin akan ketetapan Allah adalah hal yang terbaik untuknya. Dalam kisah ini ada dua karakter yang dapat dibandingkan oleh mereka, karakter Yusuf As dan karakter saudaranya. Ketika saya menjelaskan karakter Yusuf yang begitu indah luar dan dalam, semua anak laki-laki serentak menyoraki “yusuf”, “Hhoooo, yusuf yang ini beda, tukang bohong, gak ganteng.., Hhaa”
berharap mereka memahami akhlak karimah itu justru malah memancing mereka mengejek orang lain, -_-‘
dengan sedikit kecewa, saya berkata pada mereka “apa yang membuat kalian merasa kalau kalian lebih baik dari yusuf, Allah gak suka sama hambanya yang sombong. Apa yang membuat kalian begitu bangga untuk menyombongkan diri?”
raut wajah mereka berubah, dari yang begitu ‘brutal’ menjadi polos tertunduk manis..
dengan senyuman saya berkata, “semua anak baik, semuanya bisa seperti yusuf As.., semuanya sama-sama belajar yaa disini”.
keceriaan kembali menghiasi mushola kecil di tepi sungai yang mengalir keruh..
bercerita tentang karakter saudara-saudara Yusuf As, karna hati yang diliputi rasa iri dan dengki terhadap yusuf, saudara-saudara yusuf berkonsolidasi untuk menyingkirkan yusuf dari keluarganya.. rencana intinya adalah membuang Yusuf As kedalam sumur yang tua, tidak akan ada satupun orang akan menemukannya karna sumur itu sudah tidak digunakan dan yusuf akan mati kelaparan didalamnya. Itu visinya.
suatu pagi mereka (saudara yusuf) meminta izin kepada ayah ayahnya untuk mengajak yusuf berjalan-jalan ke hutan. ”ayah, kami ingin meminta izin untuk mengajak adik kami yang begitu kami sayangi, yusuf pergi berjalan-jalan ke hutan. Bolehkah?”,
sebenernya 12 bersaudara, tp kaya’a ribet ajah 11 orang jalan-jalan ke hutan kemudian membuang yusuf di sumur tua. Kebanyakan.., gpa2 yaa 5 tanpa mengurangi esensi dari ceritanya_
berawal dari deskripsi profile Yusuf As. Anak laki-laki yang berakhlakul karimah, ”seperti apa akhlakul karimah itu?”, tanya saya pada mereka..
masing-masing menjawab ”baik” dan ”jujur”, “sudahkah hanya baik dan jujur saja?” Tanya ku kembali. “enggak nakal” susul mereka..,
J polosnya anak-anak….
:D iya cerdas, sahut saya_
anak yang berakhlakul karimah ia yang taat pada Allah dan Rasulnya, ia yang bersabar dalam kesulitan, patuh terhadap perintah orang tua, bertanggungjawab, tulus dalam pemberian, yakin akan ketetapan Allah adalah hal yang terbaik untuknya. Dalam kisah ini ada dua karakter yang dapat dibandingkan oleh mereka, karakter Yusuf As dan karakter saudaranya. Ketika saya menjelaskan karakter Yusuf yang begitu indah luar dan dalam, semua anak laki-laki serentak menyoraki “yusuf”, “Hhoooo, yusuf yang ini beda, tukang bohong, gak ganteng.., Hhaa”
berharap mereka memahami akhlak karimah itu justru malah memancing mereka mengejek orang lain, -_-‘
dengan sedikit kecewa, saya berkata pada mereka “apa yang membuat kalian merasa kalau kalian lebih baik dari yusuf, Allah gak suka sama hambanya yang sombong. Apa yang membuat kalian begitu bangga untuk menyombongkan diri?”
raut wajah mereka berubah, dari yang begitu ‘brutal’ menjadi polos tertunduk manis..
dengan senyuman saya berkata, “semua anak baik, semuanya bisa seperti yusuf As.., semuanya sama-sama belajar yaa disini”.
keceriaan kembali menghiasi mushola kecil di tepi sungai yang mengalir keruh..
bercerita tentang karakter saudara-saudara Yusuf As, karna hati yang diliputi rasa iri dan dengki terhadap yusuf, saudara-saudara yusuf berkonsolidasi untuk menyingkirkan yusuf dari keluarganya.. rencana intinya adalah membuang Yusuf As kedalam sumur yang tua, tidak akan ada satupun orang akan menemukannya karna sumur itu sudah tidak digunakan dan yusuf akan mati kelaparan didalamnya. Itu visinya.
suatu pagi mereka (saudara yusuf) meminta izin kepada ayah ayahnya untuk mengajak yusuf berjalan-jalan ke hutan. ”ayah, kami ingin meminta izin untuk mengajak adik kami yang begitu kami sayangi, yusuf pergi berjalan-jalan ke hutan. Bolehkah?”,
Belum sempat saya
melanjutkan, komentar anak-anak memotong. ”wah, bohong itu bohong..”, “jahat
yaa” seru anak-anak perempuan KUMNOL.
saya melanjutkan ceritanya. kemudian ayah menjawab ”ayah khawatir nanti adikmu diterkam srigala dihutan”. Mereka menjawab ”kami akan menjaganya sepenuh hati hati ayah, kami berjanji”.
saya melanjutkan ceritanya. kemudian ayah menjawab ”ayah khawatir nanti adikmu diterkam srigala dihutan”. Mereka menjawab ”kami akan menjaganya sepenuh hati hati ayah, kami berjanji”.
Komentar mereka kembali memotong. ”Bisa banget dakh…”
Saya hanya tersenyum mendengarnya. Kisah ini diwarnai
canda tawa anak-anak yang sebenarnya mengerti bagaimana seharusnya hubungan
antar saudara. seperti yang tertulis dalam judul catatan ini, memang benar bahwa kebaikan adalah benih yang telah tertanam sejak kita memutuskan untuk diciptakan..
sebelum allah meniupkan ruh pada janin yang terdapat dalam kandungan ibu, Dia bertanya "tidakkah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan selain AKU?", kemudian kita menjawab "benaar, aku bersaksi bahwasanya tidak ada tuhan selain ENGKAU", ketika itulah allah menentukan batas waktu kita untuk menjalankan tugas kekhalifahan di muka bumi, kemudian kita menyepakatinya..,
seperti itulah kita memilih kehidupan kita sendiri, namun sayangnya DUNIA membuat kita lupa akan kesepakatan yang telah kita buat bersama-Nya di alam ruh dulu_
sebagaimana benih yang akan tumbuh jika kita merawatnya dengan baik, maka seperti itulah kebaikan yang tertanam dalam diri kita...
# Nurkhairil Asmatus Dayu
hahahahha....
BalasHapussaya kita tak akan pernah kehabisan cerita untuk anak-anak yang luarbiasa...
50 kisah itu, insya Allah bisa kita kejar :)