Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu`alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Ditulis ulang oleh : Amelia Az-Zahra dari Sebuah Roman Alegoris karya Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami.
Paragraf yang menabjubkan:
Para pecinta lebih menyukai malam daripada siang, karena malam menyingkapkan tirai-tirai rahasia yang disembunyikan oleh siang.
Suatu mimpi telah menjadikannya tawanan, dan sebuah bayangan membebaskannya. Demikianlah cara dunia, semua kegembiraan dan semua kesusahan, sama-sama hanyalah hasil dari mimpi dan khayal. Berbahagialah orang yang dapat mengabaikan hal-hal seperti itu, dan lari terhindar tanpa cedera dari pusaran airnya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Nasib adalah perayu tua yang licik, ahli dalam tipu daya untuk menyiksa manusia yang malang. Mula-mula ia menawan dada si pecinta dengan jalan harapan, tetapi akhirnya ia mengikatnya dalam belenggu keputus asaan. Dari jauh ia menunjukkannya sebagai buah dari hasratnya, kemudian ia menjatuhkannya dengan kenyataan yang lebih pahit.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Segera setelah Allah memilih suatu makhluk, dan mengangkatnya ke tempat kehormatan dalam cinta-Nya, Ia menutup baginya segala jalan pertolongan, dan tidak akan mengizinkannya untuk bergantung pada siapapun selain-Nya. Ia menarik perhatiannya secara khusus kepada diri-Nya sendiri, dan memutuskan semua ketertautan lainnya. Ia tidak menghendaki orang lain ikut serta dalam urusan-Nya, atau bahwa si terpilih harus memerlukan seseorang lain selain-Nya. Ia tidak menghendaki dia terlibat dengan orang lain mana pun. Tawanan yang tertangkap dalam jaring-Nya adalah milik-Nya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kita semua seperti Zulaikha, budak penglihatan dan korban penampilan. Apabila kebenaran tidak mengintip keluar dari balik penampilan, betapa ketulusan hati akan mencapai bentuk penampilan itu sendiri? Bila seorang lelaki haus mencapai sebuah kendi, hal itu adalah karena ia tahu dengan pasti bahwa kendi itu berisi minuman, tetapi bila ia tenggelam dalam ombak samudra yang jernih, ia tidak lagi berpikir tentang kendi tak berlapis kaca yang sedang menangis.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Si pecinta yang dengan setia mengikuti jalan cinta pada akhirnya akan mencapai si tercinta. Si tercinta telah berangkat melakukan perjalanan ke suatu tempat yang tak ada orang pernah kembali. Sang Pecinta tak dapat berbuat lebih baik daripada mengepakkan sayapnya lalu terbang menyusulnya ke sana. Dan beruntunglah sang pecinta yang menghembuskan nafas terakhirnya dalam persatuan.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bilamana dirimu terpaut pada seseorang, hasilnya yang tak terelakkan ialah perpisahan. Oleh karena itu, kosongkanlah hasrat untuk bersenang-senang, dan bersihkan pikiranmu dari harapan sia-sia akan kebebasan. Namun bergembiralah dalam goresan-goresan kekecewaan, meski dalam belenggu perbudakan. Jadilah bebas ! Segala sesuatu yang tampaknya patut diinginkan bagimu dan menawan hatimu, pada akhirnya hanyalah akan direnggut dengan menyedihkan darimu dengan seratus penyesalan. Maka bertindaklah dengan teguh,dan hancurkanlah belenggu sekeliling kakimu. Putuskan semua ketertautan pada hal-hal sepele yang sia-sia. Apabila engkau tidak melakukannya, maka wujud yang mula-mula mengikatkannya kepadamu telah siap menangkapnya kembali darimu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kekuatan pukulanmu telah dilemahkan, dan persediaan kekuatanmu telah direnggut dari tanganmu. Engkau mencoba melakukan segala macam usaha, tetapi usahamu tak pernah keluar dari tanah. Ketika pergelangan tanganmu telah kehilangan kekuatannya, engkau hanya akan menyakiti dirimu sendiri apabila engkau mencoba menggunakannya. Pada setiap sisimu tidak melihat apa-apa selain kegagalan, namun engkau bersikeras membuat lebih baik kesusahan bagi dirimu sendiri ke mana saja engkau pergi. Setelah melihat kehilangan-kehilangan yang telah menimpa tubuh dan jiwamu, apakah engkau masih juga ragu tentang cara kerja dunia ini? Tidak pernahkah engkau mempertimbangkan, bahwa semuanya telah diambil kembali darimu justru oleh Wujud yang memberikannya kepadamu pada awalnya?
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berpalinglah dari bengkel sibuk ini ke dunia pustaka, dan kembangkanlah imajinasimu dengan membacanya. Seperti ucapan termasyhur yang dikatakan dengan bijaksana: Kebijaksanaan berdiam dalam buku, sekalipun si bijak sedang dalam kubur.
Buku adalah sahabat orang yang sendiri. Cahaya cemerlang dari fajar kebijaksanaan. Yang selalu membuka pandangan baru segala pengetahuan. Ia penasihat yang disukai, berbusana kulit hewan, penuh pengertian baik, yang dengan diam-diam menasihati tuannya. Ia merupakan tandu dari kulit Maroko yang penuh corak warna, melindungi dua ratus orang cantik berbusana jingga dengan wajah harum ketsuri, semuanya terbaring dengan halus bersanding pipi.
Apabila seseorang meletakkan sebuah jari ke bibir mereka, mereka membukanya dan memperlihatkan ribuan permata halus dari makna batin. Kadang-kadang mereka mengungkapkan hikmah Al-Qur`an, kadang-kadang ucapan nabi. Terkadang mereka laksana pandu-pandu berhati suci penuntun kepada cahaya kebenaran. Kadang-kadang, dengan bahasanya yang terbungkus dalam kiasan, mereka menyinggung kebijaksanaan Yunani. Mereka mengatakan kepada kita riwayat kaum-kaum yang telah terlupakan, mereka juga meramalkan masa depan. Dan terkadang, dari samudera puisi, mereka mencurahkan mutiara-mutiara tersembunyi ke dalam pikiran.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Lemparlah pena dan kertasmu, karena tanganmu sedang gemetar, dan penggunaan pikiranmu menjadi sia-sia. Lampu pikiranmu telah menjadi suram. Taman puisimu telah mengering. Di tanganmu aku tidak melihat sesuatu selain kuku gagak, maka bagaimana engkau akan menggunakannya untuk menelusuri cita-cita cenderawasih yang gemerlap? Bagaimana engkau dapat menggunakannya untuk mendapatkan jalan keluar dari penjara ini? Satu-satunya keselamatanmu terletak pada penolakan terhadap khayalan-khayalan serakah.
Dimana Nizami kini, dan ciptaan-ciptaan amat berharga dari makhluk jenius itu? Ia telah berlalu di balik tirai, meninggalkan semua yang ditulisnya di sini, di luar. Satu-satunya bagian yang dapat digunakannya adalah hikmah yang ia bawa bersamanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Betapa bahagianya si musafir yang diizinkan nasibnya untuk duduk di tepi sugai ini, dan yang, sambil menatap airnya yang jernih, dapat mencuci deu dari hatinya yang bingung!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar